“Saya masih dibayar Rp300.000 per bulan. Jadi, kalau dibilang
sejahtera sangat tidak mungkin,” kata Ahmad seperti dilansir
Metropolitan.
Menurut dia, guru honorer di sekolah itu masih mendapatkan gaji
Rp300 ribu. Meski dengan gaji minim, bukan berarti guru honorer tidak
maksimal dalam mendidik para siswa.“Kami tetap semangat memajukan pendidikan. Meski gaji saya minim, karena sudah menjadi kewajiban maka saya tetap semangat,” tambahnya.
Hal serupa dikatakan Rositah (32) yang sudah mengabdi selama empat tahun. Ia mengaku mendapatkan upah yang kecil. Namun untuk menambah penghasilan, kebanyakan guru di sekolah tersebut mengajar di sekolah lain usai mengajar di sekolah ini.
“Untuk menambah penghasilan, saya juga mengajar di sekolah lain. Kalau cuma mengandalkan gaji dari sini ya repot,” katanya.
Rositah berharap pemerintah dapat meningkatkan kesejahteraan guru madrasah dengan menambahkan bantuan seperti tunjangan maupun lainnya.
“Saya berharap pemerintah mau memperhatikan nasib guru madrasah. Kalau bisa ada tambahan tunjangan,” harapnya.






0 komentar:
Posting Komentar